Back To Top

Google+ Followers

Tuesday, 19 May 2015

Faktor-faktor Kecerdasan Emosional

Blog Panduan Pembuatan Skripsi Faktor-faktor Kecerdasan Emosional

Kecerdasan emosi terdiri dari 5 faktor yaitu faktor kesadaran emosi, pengendalian emosi, motivasi diri, empati dan hubungan sosial. Berikut penjelasannya

1. Kesadaran Emosi.

Faktor-faktor Kecerdasan Emosional
Kesadaran emosi merupakan kemampuan untuk mengenali emosi pada waktu emosi itu terjadi.  Kesadaran emosi berarti  waspada terhadap suasana hati atau pikiran tentang suasana hati atau tidak hanyut dalam emosi. Orang yang dapat mengenali emosi atau kesadaran diri terhadap emosi, tidak buta terhadap emosi-emosinya sendiri, termasuk dapat memberikan label setiap emosi yang dirasakan
secara tepat. Mengenali emosi atau kesadaran diri terhadap emosi  ini merupakan dasar kecerdasan emosi.

Dalam konsep Johari Windows ada 4 daerah kesadaran yaitu;

a. Daerah terbuka yang berisi hal-hal yang disadari atau diketahui baik oleh yang bersangkutan maupun orang lain.
b. Daerah buta yang berisi hal-hal yang diketahui orang lain tetapi tidak disadari oleh orang yang bersangkutan.
c. Daerah tersembunyi yang berisi hal- hal yang diketahui  atau disadari oleh yang bersangkutan tetapi disembunyikan sehingga tidak diketahui oleh orang lain.
d. Daerah gelap yang berisi hal-hal yang tidak diketahui oleh yang bersangkutan maupun oleh orang lain.     

2. Pengendalian Emosi.

Seseorang yang dapat mengendalikan diri mereka dapat  mengelola  dan mengekspresikan emosi  yang ditandai dengan adanya

a. Dapat menangani emosi, sehingga emosi dapat diekspresikan dengan tepat.
b. Mempunyai toleransi terhadap frustrasi.
c. Menangani ketegangan jiwa dengan lebih baik.
 Dalam pengendalian diri seseorang  perlu memiliki berbagai ketrampilan sebagai berikut;
a. Mengetahui perbedaan antara diri sendiri dan orang lain.
b. Menempatkan sikap yang  menerima. Beberapa penghalangnya adalah memiliki perasaan tertentu pada orang lain, menggunakan kata-kata yang tidak mendukung atau meremehkan.
c. Mengirimkan pesan melalui suara, misalnya volume suara, kecepatan berbicara, aksen atau logat yang sesuai, ada waktu diam sejenak.
d. Menggunakan kalimat pembuka, misalnya bagaimana kabarmu sepertinya ada sesuatu yang anda pikirkan.
e. Mengembalikan kembali apa yang dibicarakan lawan bicara.
f. Merefleksikan perasaan dan alasan lawan bicara
g. Menghindari hal-hal yang tidak menerima orang lain.

3. Motivasi diri .

Menata emosi  merupakan hal yang sangat erat kaitannya dengan motivasi diri dan untuk berkreasi. Orang yang mampu mengendalikan emosi merupakan landasan keberhasilan dalam segala bidang. Orang yang mempunyai motivasi diri cenderung lebih produktif dan efektif dalam hal apapun yang mereka kerjakan

4. Empati (Mengenali Emosi Orang Lain).

Orang yang empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan hal-hal yang dibutuhkan atau dikehendaki orang lain. Orang-orang seperti ini cocok untuk pekerjaan-pekerjaan keperawatan, mengajar, penjualan dan manajemen. Ciri-ciri orang yang empati adalah sebagai berikut : 
a. Mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan kebutuhan orang lain.
b. Mampu menerima sudut pandang  atau pendapat orang lain.
c. Peka terhadap perasaan orang lain.
d. Mampu mendengarkan orang lain.

5. Membina hubungan antar manusia (pergaulan)

 Orang yang mampu melakukan hubungan sosial merupakan orang yang cerdas emosi. Orang yang cerdas emosi akan mampu menjalin hubungan dengan orang lain, mereka dapat menikmati persahabatan dengan tulus. Ketulusan memerlukan kesadaran diri dan ungkapan emosional sehingga pada saat berbicara dengan seseorang, kita dapat mengungkapkan perasaan-perasaan secara terbuka termasuk gangguan-gangguan apapun yang merintangi kemampuan seseorang untuk mengungkapkan  perasaan secara terbuka. Dalam melakukan hubungan sosial, hal pertama yang perlu dilakukan adalah membina rasa saling percaya satu sama lain. Menurut Herb Gohen, orang yang memberi kepercayaan pada orang lain maka dia akan dipercaya orang lain. Apabila seseorang menunjukkan kepercayaan pada orang lain dan bersikap jujur, maka orang lain akan lebih terbuka  dan percaya dengan kita. Seseorang akan menikmati pembicaraan apabila dia percaya dengan kita


Jika bermanfaat Silakan share di FB, Tweet maupun GPlus. Berikan saran, pendapat, kritik ataupun pertanyaan di blog ini lewat komentar Facebook atau Google



Jangan Lupa di Like Ya

×